China kembali melayangkan kecaman pada aksi
demonstrasi di Hong Kong. Teraktual, Beijing menyebut aksi pemukulan yang
dilakukan demonstran di bandara internasional Hong Kong pada dua orang yang
dituduh pengunjuk rasa sebagai polisi dari China daratan, sebagai tindakan
“mirip aksi teroris”.
"Kami
menyatakan kecaman terkuat atas tindakan mirip aksi teroris ini," kata Xu
Luying, juru bicara di Kantor Urusan Dewan Negara Hong Kong dan Makau, seperti
dikutip dari CNA. Luying menyebut, dua orang yang menjadi korban pemukulan itu
sebagai "rekan dari China daratan".
“Tindakan
para pemrotes sangat merusak citra internasional Hong Kong dan secara serius
melukai perasaan sejumlah besar rekan senegaranya di China. Kejahatan kekerasan
yang sangat keji harus dihukum berat menurut hukum yang berlaku,"
lanjutnya.
Luying
juga kembali menegaskan dukungan China kepada aparat Hong Kong dalam menangani
aksi demonstrasi yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini. "Kami
dengan tegas mendukung kepolisian dan peradilan Hong Kong untuk secara tegas
menegakkan dan membawa para penjahat ke pengadilan sesegera mungkin,"
tandasnya.
Pria
yang sempat diikat dan dipukuli oleh demonstran di bandara internasional Hong
Kong itu diidentifikasi sebagai Xu, seorang penduduk Shenzen. Ia ditahan selama
dua jam oleh para pengunjuk rasa, sebelum akhirnya dievakuasi dengan ambulans
keluar dari areal bandara.
Pria
lainnya yang menjadi sasaran amukan demonstran adalah Reporter situs media
China Global Times, Fu Guohao. Editor China Global Times, Hu Xijin mengatakan,
reporternya itu diselamatkan oleh polisi setelah diikat oleh demonstran.
Tabloid tersebut diterbitkan oleh People's Daily.
Tags:
BERITA
